The Unloneliness Project

Mungkin, inilah misi kita hidup di dunia ini. Sebuah project besar yang tanpa sengaja selalu kita kerjakan dari hari ke hari, the unloneliness project. Proyek mengusir kesepian adalah sesuatu yang alamiah, kita lakukan tanpa kita sadari, sebagaimana kita berjalan dan bernapas.

Hingga suatu saat aku berada di suatu tempat, sendiri, barulah aku sadar. Barulah aku berpikir tentang kesepian-kesepian, barulah aku terpikir tentang proyek besar yang tidak pernah kita sadari itu.

Aku telah ditinggal sendiri di tempat ini, tempat ini bukanlah Shangrilla, bukan tempat ideal yang indah untuk menyendiri dan merenung, malah kebalikannya. Tetapi ternyata cukup untuk membuatku berpikir.

Kesepian itu macam-macam. Setidaknya ada 3 yang bisa aku pikirkan. Ketiga ini mungkin berjenjang/bertingkat, mungkin juga merupakan variasi. Entahlah, males mikir.

Kesepian tingkat pertama, pada level yang paling mendasar adalah kesepian yang bersifat fisik. Kita butuh orang lain di sekitar kita, someone to talk to, someone to be with, dan sedikit human touch. Ini bisa siapa saja, karena masih bersifat mendasar (primitif) jadi ketika lama kita tidak bertemu siapa-siapa, tidak ada kontak dengan manusia, sedikit perhatian dari siapa saja akan terasa menghibur. Karena ternyata itu adalah salah satu kebutuhan alamiah manusia.

Kesepian tingkat dua, bahkan ketika kita sudah terpuaskan pada level pertama, secara fisik kita terpenuhi, namun masih saja terkadang kita merasa lonely. Kesepian ini lebih karena keinginan kita tidak terpenuhi. Kita terlalu banyak keinginan, kita tidak pernah puas, dan seringkali kita tidak tahu apa yang kita inginkan! Lah bagaimana kita bisa memenuhi keinginan kita itu bila bahkan kita tidak tahu apa yang kita inginkan?? Ini kesepian yang cukup sulit.

Pada tingkatan ketiga, mungkin lebih tinggi dari yang level dua, mungkin juga sama. Ketiga jenis ini, bisa juga disejajarkan, sekali lagi, terserah kok. Pada tingkat ketiga, adalah kesepian karena merasa tidak dimengerti. Ini bisa disebut kesepian intelektual. Orang-orang pintar dan dalam, orang-orang “sinting”, para pemimpin, para visioner, sering merasakan kesepian ini. Tidak harus mereka, mungkin kamu juga kadang akan merasakannya.

Apakah ada lagi jenis kesepian yang lain? Tolong tambahkan bila ada. Tanpa kita sadari, sepanjang hidup kita, ketiga itulah musuh yang coba kita taklukkan. Kita adalah makhluk yang selalu membutuhkan teman, manusia adalah makhluk sosial, kamu pasti sering dengar.

Di level paling bawah adalah orang-orang di sekitar kita, tempat kita berinteraksi, melakukan aktivitas sehari-hari. Tetangga, teman kantor, teman sekolah, teman-teman. Teman pun tidak jarang ada yang bisa menjadi pembunuh kesepian tingkat kedua bahkan ketiga, mereka yang kita sebut sahabat seringkali adalah orang yang secara fisik sering bertemu dengan kita, ataupun bisa juga secara fisik jauh tapi dapat memenuhi kebutuhan pada level yang lebih tinggi itu.

Pada tingkatan tertinggi adalah cinta. Cinta adalah puncak dari unloneliness project. Seorang partner diharapkan dapat memenuhi semuanya. Mulai dari kebutuhan fisik, someone by yourside, seseorang yang nemenin kamu ke mana-mana, seseorang yang memenuhi kebutuhan akan kasih sayang, sentuhan manusia, dan seks. Seseorang yang diajak ngobrol itu sudah pasti.

Masalahnya, sampai tingkat apa kebersamaan itu dapat membunuh kesepian-kesepian kita tadi itu. Coba cek dan ricek dalam hubungan kamu bagaimana. Kalau ada waktu saya akan buatkan kuesioner untuk mengukur tingkat kepuasan sebagai seorang pasangan hehehe… tapi sementara cukuplah sampai di sini, namanya juga iseng mengeksplore sebuah wacana.

Yang bisa memenuhi semuanya, hingga setuntas-tuntasnya, hingga kita tidak lagi merasa sedikit pun kesepian. Not any slightest feeling of loneliness. Itulah ketika kita sudah menemukan si dia. The perfect partner.

Akankah kita menemukannya? Katanya, tidak ada yang sempurna…

Nuage

(Tulisan ini pernah dimuat di Sepocikopi.com)

~ oleh tomatjuice pada September 7, 2010.

Satu Tanggapan to “The Unloneliness Project”

  1. Cukup membuat qta sadar akan kesepian qta.
    Nice sharing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: