Cinta dalam Sepasang Dompet

Dompet adalah barang yang biasanya selalu kita bawa ke mana saja kita pergi. Dompet adalah tempat kita menyimpan hal-hal yang penting: uang, kartu identitas, kartu-kartu finansial, foto, dan hal-hal pribadi yang esensial lainnya. Jadi, betapa pentingnya dompet, kayaknya tidak perlu diributkan lagi.

Suatu hari, tepatnya jatuh pada hari Minggu, aku dan partner terlibat dalam sebuah misi yang mulia: menemani Surti, teman dekat kita, hunting dompet di Plaza Indonesia.

Adalah sebuah butik fashion dari Perancis yang sangat terkenal itu yang kami masuki pertama kali. Outlet brand ini di Plaza Indonesia masih belum lama dibuka, dengan ukuran yang mencengangkan, mungkin salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Kilauan lampu yang menyihir terpantul dari tas-tas dan benda-benda lain yang duduk manis dalam rak-rak gemerlap. Tempat ini mengeja “Glamour” di mana-mana. Aku merasa bagaikan berada di suatu tempat yang sangat asing. Ya, ngaku deh. Aku belum pernah masuk toko LV di Plaza Indonesia. Pas mau masuk saja aku takut mereka memasang alat screening kekayaan yang bisa bunyi bila manusia yang tidak termasuk kategori berkantong tebal melangkah masuk. Hehehehe kidding.

Surprisingly, mas-mas penjaga toko yang ganteng-ganteng ini, sangat baik. Melayani Surti yang tidak terlihat terlalu kaya, tapi permintaannya cukup banyak, mereka cukup sabar, dan tidak seperti penjaga toko dalam film Pretty Woman yang angkuh memandang Julia Roberts. Iya, masuk toko-toko di Plaza Indonesia, browsing keluar masuk butik-butik brand kelas atas dunia ini memang cukup membuat aku merasa seperti Pretty Woman.

Cerita hunting dompet ini gak seru kalau dompet yang dicari hanya satu. Cerita ini jadi seru karena si Surti mencari dompet yang harus sepasang. Lah ini sepasangnya bukan satu model cowok, satu model cewek. Tapi dua-duanya model cewek. Jadi harus sama persis. Dan modelnya juga gak boleh yang terlalu cewek banget. Harus bisa cocok dengan karakter si Surti dan pasangannya. Pokoknya, unisex lah sebutannya, biar mas-mas dan mbak-mbak penjaga toko tidak kebingungan.

Dengan gaya Surti yang polos, dia berhasil membuat mas-mas maupun mbak-mbak mengijinkan dia memfoto produk-produk dompet itu. Padahal itu adalah hal yang dilarang di butik-butik high class itu bukan? Alasannya, Surti mau mengirim email foto tersebut kepada orang yang memesan dompet, dan memang benar, Surti sibuk berkonsultasi dengan pasangannya yang berada di luar kota itu tentang pembelian dompet. Jadinya, aku sama partner hanya menemani secara fisik, sambil sesekali memberikan komentar bila diperlukan. Selebihnya, Surti sibuk dengan Tejowati partnernya, lewat jalur BBM, berdua memutuskan sepasang dompet yang akan menjadi teman setia mereka.

“So sweet ya…” “Lucu juga idenya…” Partnerku berkomentar.

“Kamu contoh dong,” kata dia.

“Wah, sayang, kamu jangan minta dibelikan LV ya,” kataku langsung ketakutan. Hahahahaaa.

Akhirnyaa… setelah acting seperti Pretty Woman, keluar masuk butik brand-brand Eropa, sampai kakiku pegal padahal sudah diselingin minum-minum dulu di cafe… temanku Surti akhirnya menjatuhkan pilihannya. Ini juga setelah negosiasi alot antara dia dan partnernya lewat telepon maupun BBM. Namun, ternyata oh ternyata, dompet pilhan ini stoknya hanya satu. Surti meminta mbak-mbak penjaga toko menelepon ke outlet-outlet yang lain untuk mencari dompet yang sama. Dicobalah ke Sency, PS, Kelapa Gading, bahkan sampai Bogor pun akan kudatangi, kata Surti. Harus sama pokoknya.

Aku juga baru tahu kalau butik-butik kelas atas ini tidak punya banyak stok. Satu model hanya ada 1 atau 2 atau 3. Mau beli dua aja susah, gimana beli empat ya?

Untunglah, setelah mbaknya menelepon ke sana ke mari, kita tidak perlu ke Bogor. Pasangan si dompet imut berwarna hijau lumut itu, ada di Keris Gallery Menteng. Huh, lega. Tidak jauh dari Plaza Indonesia.

Maka setelah menyelesaikan transaksi dompet pertama, berangkatlah kami bertiga, menuju Keris Gallery, untuk mencari pasangannya. Surti dag dig dug sepanjang jalan. Beneran ada gak nih pasangannya… Nanti kalau gak sama gimana… Gak seru nih… (sampai nama mbak di PI maupun di KG dicatet lho sama si Surti hehehe).

Karena nervous, atau karena memang puteran di Patung Kuda itu selalu memakan korban, Surti diberhentikan polisi di sana. Hiks. “Salah gue apa ya?” kata Surti masih gak percaya dia diberhentiin. Ternyata beneran dia yang diberhentikan. Polisi bilang: “Lampu merah, tapi ibu terus jalan.”

“Hah? Lampu merah? Emang ada ya?” kata Surti. Waduh.

Dengan kelihaian Surti bernegosiasi, akhirnya, masalah beres dengan merogoh kocek Rp 30.000 saja. Huh, lega. Hebat juga lo, Sur, kataku.

Masih bete, kami meneruskan perjalanan. Kami berdua pun berusaha menghibur Surti. Gak papa lah, Sur, demi mencari pasangan si dompet, elo sampai ditilang polisi. Pasti si Tejowati makin berbunga-bunga kalau tahu perjuangan lo mendapatkan sepasang dompet ini.

“Iya ya,” kata Surti. “Demi cinta, apa pun gw terjang,” katanya. Duhhh, so sweet…

Sampai di Keris Gallery, semua berjalan seperti yang diharapkan. Pasangan si dompet telah menanti. Surti pun mempertemukan kedua dompet yang telah ditakdirkan bersama itu.

Sampai kapan pun, kalau melihat dompet mereka, Surti dan Tejowati akan ingat cerita hari itu. Semoga saja, setiap membuka dompet, mereka akan selalu ingat bagaimana perasaan mereka saat ini.

:”> :”> :”>

~ oleh tomatjuice pada Maret 22, 2010.

5 Tanggapan to “Cinta dalam Sepasang Dompet”

  1. Untuk Tejowati bidadariku, perjuanganku itu bukanlah apa-apa dibandingkan dengan anugerah di saat aku bisa memandangi senyum manismu… Can’t wait to see you again..;)
    Tomat, thank you so mat..udah mengemas ceritaku yang membuatku tersipu-sipu membacanya..

  2. Tomat.. Senyum – senyum nih baca tulisan
    kamu.
    Kembar itu identik dengan 1 ( satu ).
    1 hati, 1 rangkaian dan 1 satuan.
    Pokoknya 1 ( satu ). He he. Ekstrim nh.:)
    IЎa.. Udah kembar jadi lega dah.
    @Surti.. Can’☂ wait to see u, too.
    Just for Tomat.. Thank u so much untuk
    tulisannya ya.🙂

  3. So sweet.. Tejo dan Surti semoga hubungan u2 awet ya. Semoga jg dompetnya awet.. Klo ada masalah dg hubungan, gue bersedia menampung dompetnya. Hahaha.

    Gak sopan deh. Becanda kok. I pray for ur walet..

  4. Hmm… Surti dan Tejo… hmm…

  5. @ Surti dan Tejo, senang kalian menyukainya…😀😀 my pleasure…

    @ tung tung bener banget tuhhh gue juga bersedia menampung, isi dompetnya hahahah

    @ jo makasih dah mampir… hmmm hmmm hmmmmm😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: