Tukang Flirting

Alkisah sebuah negeri dongen yang indah rupawan….dengan istana dan para permaisuri dan para putri raja yang hidup penuh kenyamanan.  Nah di situlah hidup princess Fiona yang hidup dengan segala kemewahan berjuta.  Tapi entah kenapa hatinya tak jua tenang, rasanya ada yang kurang….kurang asin lah, kurang asem lah, kurang manis lah….pokoknya berasa kurang.  Padahal di sampingnya sang pendamping hidup juga merupakan pilihannya, seorang putri cantik negeri seberang yang bermata biru, Putri Rebecca. Tapi entah kenapa ya hatinya kok masih saja gelisah. Hingga datanglah kunjungan tamu putri cantik lainnya dari negeri lainnya, Putri Federica. Tiba-tiba saja ada blink-blink mengalir sendu di hati Fiona. Kunjungan pertama keduanya diawali dengan bertukar senyuman, lalu diakhiri dengan sebuah kedipan dari Fiona.

Itulah sepenggal kisah Putri Fiona si tukang flirting. Lalu bagaimana akhirnya? Ya tentu sulit di duga, tapi paling tidak ujung-ujungnya cuma main  kedip-kedipan mata, pegangan tangan, and cipika cipiku. Namun karakter Fiona ini tak jauh dari karakter Bette dalam film L Word yang dikategorikan oleh pasangannya sebagai flirtatious person alias tukang flirting. Nah karakter ini ada dan nyata, serta banyak ditemui di dunia sehari-hari. Penggoda berat, tukang kedip and blink-blink, namun tidak membahayakan jika diketahui bagaimana cara menghandlenya.

Nah ketika kata kunci flirtatious person ini diketikkan di miss google, maka berderet pula penjelasan dan versinya. Namun paling tidak pernyataan yang lumayan adem adalah gambaran bahwa tukang flirting ini ya sekedar tukang flirting, dia menikmati dan tidak pernah bermaksud melukai siapapun (uhmmm sebuah pembenaran), dan biasanya bisa dibedakan dengan tukang selingkuh serius, yakni tukang flirting selalu terbuka akan hubungan seriusnya yang sudah ada. Dia tidak akan mendramatisir bahwa hidupnya merana dengan pasangan tercinta, tidak pernah, justru dia akan menunjukkan hidupnya bahagia dan tidak ingin berpisah dengan kekasih atau pasangan hidupnya. Tapi sekaligus dia akan memberikan sinyal pada “pendatang baru” bahwa dirinya tidak menolak untuk dikagumi, disanjung, dan dicintai dalam bentuk lainnya. Jadi tidak ada janji untuk masa depan dengan yang dikedipin…tapi sekadar bertukar rasa bahagia dalam saling memberikan pujian dan perhatian.

Karena manusia mana sih yang tidak suka diberi perhatian? Jadi begitulah cara kerja flirtatious person, bersifat menghibur dan harmless, tidak melukai. Yah namanya juga flirting kan artinya kedip-kedipin mata…blink-blink, main mata deh. Kan kalo lagi flirting jelas-jelas tidak bakal mengeluarkan golok or badik, iya kan……uhhhhh indah dan nikmatnya jadi tukang flirting……

~ oleh tomatjuice pada Desember 29, 2009.

4 Tanggapan to “Tukang Flirting”

  1. Ajarkan aku menjadi seorang flirtist, master..

  2. hehehhehhehehe itu bukan sesuatu yang tuk diajarkan…..tapi bakat alami aja huahahahhahaha

  3. artikel yang inspiratif!😀

  4. Thank’s ya Kikuk….:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: