Kukumu = Tandamu

Suatu siang ketika bertemu dengan seorang “calon” klien secara informal, diri ini ternganga, bagaimana tidak, semua kukunya terawat rapih. Bisa jadi hasil perawatan meni pedi, yang jelas dicat warna merah, merah saga. Ketika dia beranjak pergi, melenggang dengan sepatu sandalnya yang high heels makin terlihat jelas kuku kakinya pun bercat senada dengan scrafnya, merah saga. Ternyata tak cuma diri ini yang terpana, sahabat yang siang itu menemani juga ternganga. Pendeknya kalau nih klien berjalan semua orang akan terpesona. A..a..a…a…. begitulah irama syairnya.

Nah kembali soal kuku tadi, lalu teringat lah akan celetukan lama dari sahabat lainnya yang selalu bilang. “Posisi aktif pasif dalam hubungan seksual pasangan lesbian, bergantung dari kukunya!”…Nah lo…. Apa benar? Lalu mengalirlah argument segudangnya, seolah pakar hubungan perkukuan dengan seksualitas, katanya lagi: “Kalau dia kukunya pendek-pendek, tidak panjang ala Bima dan Ranggda, maka pastilah dia yang memainkan peran di ranjang, kalo yang panjang-panjang kuku jemarinya, dia hanya dimainkan”. Begitu tegasnya penuh keyakinan. Tapi tak usah kuatir dengan premis semacam itu, itu kan jaman dahulu kala, ketika segala alat bantu sulit ditemukan.

Sekarang? Pastilah berbeda, siapa aja bisa jadi pemain utama, punya kuku pendek, panjang, bibir tipis, bibir tebal, gigi pendek, gigi panjang, hidung pendek, hidung panjang, sampai rambut pendek dan rambut panjang, tidak menjadi persoalan lagi siapa yang bisa menjadi pemainnya. Dan tidak juga perlu dikotak-kotak-an siapa pemain utama, dan siapa pemain cadangan, toh bukan bermain bola🙂.

Soal kuku ini pula, diri ini kategori yang tidak mau menghabiskan secara total panjangnya, maklum akan terasa lebih greng kalo kuku-kuku ini ikut bermain di punggung dan pundak pasangan….uhmmm, rasanya gimana gitu, yang belum pernah mencoba silakan mencoba. Tapi seorang teman lesbian tetap kemudian ngotot: “Saya kalau mau cari pasangan, juga selalu melihat kukunya, kalau kukunya kotor, tidak terawatt, saya jadi ill feel”. Dan tidak heran juga, kalau dia tidak pernah lagi punya pasangan semenjak pindah kerja jadi manager pengawas bengkel motor, dan kemudian pindah lagi jadi pengawas bengkel mobil, dan ada wacana dia hendak dipindahkan ke bagian pengawas percetakan sistem tinta basah, pokoknya perempuan yang dia temui bakal berkuku hitam semua.

Tapi barangkali memang para guru TK dan SD yang akan menjadi favorit para perempuan penggila kebersihan kuku. Kan para guru TK dan SD inilah yang paling rajin memeriksa perawatan kuku jari tangan. Seminggu sekali paling tidak. Namun teman lesbian lain punya solusi jitu, baginya yang penggemar kuku panjang, namun sekaligus lebih suka pakai jari-jarinya untuk bercinta, maka dijalankanlah strategi kuku panjang pendek sesuai kebutuhan. “Ya pake kuku palsu dunk….buatan korea yang paling sip, kalo kelihatan lentik tinggal pake, mo bercinta tinggal copot” ungkapnya mendayu. Pilihan jitu, namun sekali lagi jangan cemas soal identitas kuku tadi, kan ukuran kuku tidak menjadi ukuran bagi kehandalan Anda bercinta.

Ratri M.

~ oleh tomatjuice pada Desember 11, 2009.

6 Tanggapan to “Kukumu = Tandamu”

  1. hyahahahaha… sangat bagus! tulisan Anda sangat bagus..😄
    hehehe.. salam kenal yah..

  2. wahh…hebat!! riset yg cemerlang bow…baru terpikir. Inget dulu ada teman yg pcrn LDR dgn partnernya. Ketika mereka akan bertemu, menjelang keberangkatn temen tsb telpon sambil bercanda ‘gw potong kuku dulu ye, mau ketemu partner nih’. hahahaha….
    Gw baru inget skrg, nih riset harus dipatenkan! ok?
    btw Lam Kenal
    *elle*

  3. Dear Elle, ini kan persoalan sehari-hari aja…:) yang kebetulan diri ini juga alami;) Salam kenal balik ya Elle….

  4. Kuku panjang dan pendek menjadi pertanda “peran” ya…🙂
    Ngga tentu juga Tomat… (^o~)”)
    Salam kenal ya…
    ~Carry~

  5. Hello Carry, salam kenal! Makasih udah mampir di blogku. BTW yang pakar kuku itu si Juice alias Ratri M… biarlah dia yang menjawab komenmu ya hahaha…

    Di blog ini ada 3 penulis tetap: Tomat, Juice, dan Sugar. Jadi bukan hanya saya (Tomat) aja. Anyway, thanks for your comment! :d

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: