’Istri-istri’ takut istri

Tadi pagi Joy telpon ke Sue, dia cerita tentang Ibet, partner tetap Joy saat ini.  Dibilang tetap, karena Joy juga memiliki banyak partner tidak tetap. 

Joy memang dikejar-kejar banyak pengagum rahasia.  Diantara anggota 3P yang lain, memang Joy yang paling ’nakal’ dan paling banyak penggemarnya. Mungkin ia pakai susuk.  Susuk kuda liar.  Karena itu pengagum Joy kebanyakan kuda.

”Sue, Ibet lagi ke luar kota. Barusan gue anterin ke bandara,” terdengar suara Joy yang renyah di pagi itu.

“hmm, sudah ada flirting-an untuk nanti malam?”

”Ah, jangan gitu dong Sue.. gue sekarang setia, beda dengan yang dulu. Lo tahu kan.  Flirting-flirting sedikit sih masih, tapi ngga separah dulu.  Gue yakin dengan pilihan gue yang sekarang,” sahut Joy dengan suara sedikit ngambek.  Memang setahu Sue, hanya Ibet yang bisa mengendalikan Joy.  Sue yakin itu karena hubungan mereka sudah berjalan hampir sepuluh tahun, sempat putus sambung, tapi makin hari hubungan mereka makin stabil. Kayaknya sih….

”hehehe… senang mendengar elu sudah setia, Joy.”

”Makanya, lo ingetin gue kalau gue salah melangkah.”

”Ya..iyalah…masa ga-lah… emang mau ngambil dondong?” terdengar Sue menjawab cuek.
 
“Jadi sekarang hubungan elu dengan Ibet gimana? makin yakin untuk menikah?”  lanjut Sue sambil membaca email-email di laptopnya.

”ya gitu deh.. gue mau aja menikah, tapi belum siap dengan ini itunya.. ribet. Eh tapi gue mau cerita nih. Masa tadi pagi Ibet ketakutan ma gue.”

”Ketakutan? Ibet bisa takut ama lo? Gak percaya gue,” Sue mulai tertarik dengan cerita Joy.  Ibet seorang perempuan yang sudah mapan (kata lebih halus dari sudah berumur, hanya sedikit lebih muda dari ibunya Joy..).  Joy memang suka yang lebih berumur darinya.   Dan Ibet  adalah contoh dari sedikit perempuan yang memiliki emosi sangat terkendali.

”gue juga gak percaya… Padahal dia cuma mau bilang kalau tugasnya di luar kota diperpanjang jadi dua minggu dari yang seharusnya cuma tiga hari.  Dia gak berani bilang ada perubahan jadwal ke gue, padahal perubahan itu sudah dia ketahui sejak dua hari sebelum berangkat.  Jadi sepanjang perjalanan ke bandara tadi, dia seperti serba salah dan gak berani ngapa-ngapain. Awalnya memang gue sempat ngerasa ada yang beda dari dia, tapi gue gak tahu kalau itu karena dia takut sama gue.  Memang sudah pasti sih, gue bakal sebal dikasih tahu mendadak, terus bakal ditinggal lama lagi. Tapi gue gak tahu kalau dia sampai ketakutan gitu.”

”Terus?” tanya Sue penasaran.

”terus dia bilang:  Non, aku kok seperti suami-suami takut istri ke kamu, padahal aku cuma mau bilang kalau jadwal keluar kota diperpanjang..,” lanjut Joy sambil tertawa.  Non adalah panggilan kesayangan Ibet ke Joy.

”Bayangkan Sue! kalimat itu keluar dari seorang Ibet lho.  Lo tahu sendiri kalau Ibet itu sangat terkendali emosinya.. kalau dia ngomong gitu, pasti karena ada sesuatu dalam diri gue yang bikin dia sampai panik gitu.  Gue kaget, senang sekaligus jadi mikir juga, apakah sekuat itu dampak gue ke Ibet ya?” suara Joy terdengar bangga.

”ya jelas, Joy.  Itu berarti dia memang takut sama reaksi lo, takut bikin lo kecewa. Bisa jadi juga dia takut elo turunin di pinggir jalan, padahal belum sampai bandara,” kata Sue sambil membaca email lagi.

”Kira-kira apa yang menyebabkan ia begitu ya?” Joy pura-pura tidak mendengar omongan Sue yang terakhir.

”Elu gak nanya dia?”

”Gak berani.”

”Gue tahu.”

“Tahu, Sue?” tanya Joy ganti ia yang penasaran.
 
“Iye, gue jadi tahu kalau selama ini Ibet yang ngasih nafkah batin.” hehehe ketahuan deh siapa yang jadi ‘suami’nya..

“Sialan lu.”

 

Dalam menjalin relasi memang selalu ada dinamika berpasangan. Bukan saja di dunia hetero, di dunia homo pun terjadi apa yang dinamakan dinamika ’kekuasaan’.  Dalam hal ini, Ibet mungkin memandang Joy lebih ber-’kuasa’ dalam mengatur hubungan mereka, jadi muncullah rasa ’takut’ itu.  Tapi bisa jadi juga rasa takut itu muncul bukan karena relasi kekuasaan, tapi karena faktor-faktor lain, selalu ada faktor x kan? apalagi jika sudah berhubungan dengan yang namanya manusia. Jadi faktor x itu bisa berkaitan dengan apa saja.  Termasuk berkaitan dengan….. kuda? 

 

~ oleh tomatjuice pada November 24, 2009.

5 Tanggapan to “’Istri-istri’ takut istri”

  1. Blognya bagus..mampir juga di blogku ya…

  2. eeehhhmmmm….yuuuuk belajar setia pada 1 istri🙂

  3. @nurchan: thank to Tomat & Juice yang sudah ngebangun blog ini.. thanks juga sudah berkunjung ke sini, nurchan. Oleh-oleh Solonya boleh juga🙂

    @Arinie: yukss…

  4. suami yang takut istri berarti dia menghargai istrinya brooo

  5. kritik saran dimana nih tomat juice??

    oia kLo boLe ngasih usuL sh…

    tulisannya ttg dunia koleb smua dunk biar nambah pgetahuan ttg koleb hehe..

    makasih yh tamato🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: