Comfort Zone

Comfort-ZoneComfort zone adalah wilayah yang dulu kita kejar, dan menjadi sesuatu yang berbahaya ketika sudah lama kita dapatkan. Hal ini ternyata berlaku untuk segala urusan, termasuk urusan cinta.

Dulu kita mengejar-ngejar dia, sang gebetan yang menarik dari segala sisi, yang gemerlapan karena tidak terraih, yang penuh misteri karena belum kita kenal. Kondisi ideal yang kita kejar adalah memilikinya. Mengenalinya sepenuhnya. Mengisi hari-hari bersamanya. Menyatukan dunia kita dengan dunianya. Sebelum mendapatkan tujuan  tersebut, kita pun dalam kondisi gelisah berkepanjangan. Bukankah yang kita inginkan adalah kenyamanan?

Namun setelah lama mendapatkan kenyamanan itu, perasaan hampa mulai hinggap. Bagaikan dalam sebuah karir yang stuck, hubungan pun bisa stuck, seolah tidak bisa dibawa ke mana-mana. Inilah comfort zone yang berbahaya.

Banyak hubungan yang tanpa sadar mencari pelarian dari comfort zone itu dengan memasukkan tantangan-tantangan baru ataupun pengalihan dalam bentuk lain. Ada yang bilang malah, bahwa selingkuh itu bagus. Sedikit selingan agar hubungan makin langgeng, makin lengket.

Iseng-iseng bermain kata, selingkuh mungkin cocok disebut distraction. Distraction dalam bahasa Inggris bisa berarti sesuatu yang mengganggu, mengalihkan perhatian, bisa juga berarti selingan. Dalam bahasa Perancis bahkan kata ini berkonotasi positif, seperti hiburan.

Berdua terus-menerus adalah comfort zone yang menakutkan. Bila dipaksakan bisa menimbulkan ketegangan, bahkan kebencian. Anak-anak hadir dalam hubungan heteroseksual sebagai distraction. Gangguan, selingan, hiburan, sekaligus tantangan dan perhatian baru. Hubungan heteroseksual yang diikat dalam pernikahan juga bukan lagi hanya urusan berdua, tetapi menjadi banyak melibatkan orang lain, seperti keluarga, tetangga, rekan kerja dan lain-lain. Hubungan seperti itu biasanya membuka terhadap masuknya banyak gangguan atau distraction tadi.

Sementara dalam hubungan homoseksual, terlebih lagi dalam hubungan yang amat tertutup, keberadaan gangguan-gangguan positif itu tidak ada. Yang ada malah gangguan yang bersifat lebih negatif, yang berpotensi selingkuh tadi. Tulisan ini tidak akan membahas soal selingkuh, karena kalau membahas selingkuh ya judulnya bukan lagi comfort zone, tapi selingkuh dong… Kembali lagi ke judul/topik, anyway, tulisan ini hanya ingin melukiskan bahwa, kenyamanan yang kalian kejar-kejar itu, bukanlah akhir segalanya. Malah menjadi awal dari pengejaran baru yang terus-menerus, bagaikan lingkaran setan yang tidak pernah selesai.

Itulah sebabnya saya selalu mengatakan cinta terlarang adalah satu-satunya cinta yang romantis. Romeo dan Juliet adalah cinta terlarang, bukan? Mencintai seseorang yang tidak boleh kita cintai. Mencintai seseorang yang jauh. Mencintai seseorang yang tidak direstui orangtua. Mencintai seseorang yang tidak direstui pacarnya (ya iyalah). Berdasarkan teori saya ini, maka orang-orang yang terlibat LDR, backstreet, dan perselingkuhan seharusnya lebih bahagia.

Mungkin kita memang membutuhkan kegelisahan lebih dari kenyamanan? Kita mengira kita mengejar kenyamanan, namun sebenarnya kita lebih bahagia dalam kondisi gelisah berkepanjangan ketika kenyamanan itu belum kita dapatkan.

~ oleh tomatjuice pada September 2, 2009.

5 Tanggapan to “Comfort Zone”

  1. Hehehe, bagi gue, LDR atau tinggal berdampingan kayanya bisa dinikmati dengan nyaman selama gue mencukupkan diri gue dengan pasangan yang ada sekarang. LDR atau berdampingan dua-duanya bisa jadi comfort zone dengan kelebihan dan kelemahan masing-masing kok😉

  2. Hmmm iya betul juga sih Jo, tergantung bagaimana kita melihatnya ya. Selama kita tidak cukup ya dalam kondisi apa pun akan selalu tidak cukup. Thanks, pal.

  3. haiiii….salam kenal yaaaa, aku baru aja mampir2 disini, tp dah seitar sebulan kenal nama ratri dari salah seorang sahbatku yg katanya dia juga temanmu, boleh mampir2 kan?

  4. Bo.. bumbu2 dikit kyknya emg perlu deh biar ngk comfort2 amat, yg jadinya bisa bikin hambar. Cm say, gw sm die punya resep gini bo.. : selagi masih ada, ya dieman2in (disayang2in) krn kita ngak tau kpn kt berpisah (nyawa manusia ada batasnya toh) so selagi masih bisa dan dia masih disamping kita dinikmati dan disyukuri aja kebersamaan dan kenyamannannya. Berada dlm kondisi ribet serba tak pasti juga capek, bersyukurlah dpt kenyamanan, tak semua org lhoo mdptkan rasa spt itu. (ahhh bisa aje gw)

    btw kayaknya biar ngk hambar2 amat kasih aja royco dikit *ditakar sckpnya, coba cari royco rasa andro, MSG dikit2 perlulah biar sedeppp hehehe…😛

  5. hahahaha royco rasa andro… maksud lo ????!!!!

    anyway thanks tipsnya eM. Gw bersyukur kok.😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: