Piercing

belly-piercing-by-commonswikimediaorgPiercing alias tindik memang jadi kebiasaan bagi beberapa manusia tertentu, di belahan dunia tertentu pula. Artinya pemberlakuan tindik kuping misal, sangat wajar dan jadi adat bagi sebagian besar anak perempuan di Indonesia. Di India ditambah dengan tindik hidung, plus antingnya tentunya:).

Sampai-sampai dulu si embok pembantu rumah tangga pas diri ini masih ingusan, selalu saja melihat jenis kelamin orang yang baru dikenalnya lewat ada tidaknya tindikan di telinga si tamu. Bayangkan kemudian, betapa bingungnya dia ketika trend tindik kuping diadopsi oleh kelompok seniman laki-laki, wajahnya jadi ragu ketika melihat seraut wajah ganteng berambut panjang, mengenakan anting di telinganya, tapi jelas-jelas dia lelaki.

Tindikan diberbagai tempat pun makin popular di tahun ’80-an. Jadi tak lagi cuma telinga dan hidung yang dimahkotai dengan permata dan hiasan. Daerah bibir, lidah, dekat pusar, bahkan area keintiman semacam penis dan vaginapun bertindik dan beranting. Untunglah bagian yang ini tidak perlu di amati si embok ku tadi.

Seorang teman yang hobi bertindik ria pun memberikan tips, katanya kenikmatan seksualnya bertambah bila lokasi tindiknya ini pas. Btw, meski di halaman ini barangkali tidak ada penikmat penis, namun jadi teringat cuplikan adegan film Hollywood The Sweeties Thing yang menggambarkan salah seorang cewek sedang beradegan oral dengan cowoknya yang beranting dibagian “itunya”, dan ternyata nyangkut, sehingga membutuhkan bantuan pemadam kebakaran, petugas medis, pendeta, rabbi, dan berderet orang lainnya.

Adegan konyol, namun cukup menggelikan dan tak terlupakan. Karena konyolnya itu! Soal tindik-menindik ini memang sungguh menakjubkan, maka diri ini pun masih punya obsesi untuk ditindik dan memasang anting di pusar, namun seperti biasa rasa takut akan sakitnya itu lho yang tidak terbayangkan.

Maklum sejak kecil merasakan betapa sakitnya tindikan di telinga. Sehingga ketika berkumpul dengan teman-teman yang memiliki tambahan segala lubang diberbagai tubuhnya, diri ini selalu takjub, ternganga, penuh tanya: “sakit ga sih?”. Dan variasi jawabannya pun beragam: “sakit lah”, “Biasa Aja”, “Sama sekali gak kerasa”, “sakit? Apa tuh?” (pasti yang jawab seperti ini habis minum obat penghilang ingatan).

Namun yang jelas, jawaban sakit memang lebih masuk akal untuk diri ini, karena pernah mengalami sendiri. Pedihnya, seperti tersengat semut merah, belum lagi kalau nanti infeksi, hehehehe, segala kegerian yang dibayangkan sendiri. Nah seperti biasanya, karena tidak bisa menindik diri sendiri di bagian pusar, maka diri ini jadi sangat menikmati pemandangan pusar perempuan yang bertindik dan beranting, duh cantiknya. Uhmmm, seksinya……Meski ada tambahan kecil dan lirih, duh sakitnya…..

Ratri M.

~ oleh tomatjuice pada April 27, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: