ONS

Joy punya nama baru. Tanda kasih dari Tee dan Sue. Nama barunya Joyo NS. Kedengaran agak kelelakian sih, tapi kan lebih lengkap dan lebih panjang dibanding Joy aja, dan lebih membumi, ada nama belakangnya lagi, NS. Cool..

Tapi Joy menolak mentah-mentah nama itu. Mukanya merengut kesal dan tampak benci. Di muka benci, tapi di hati pasti bersyukur. Punya nama lebih lengkap, siapa yang gak senang coba?

Asal muasal nama itu muncul karena cerita dia juga. Dulu waktu Joy masih muda sekali. Ini istilah Joy, di kamus Joy tidak ada istilah tua. Hanya ada pengklasifikasian untuk muda. Mulai dari menjelang muda, setengah muda, muda sekali, muda beneran, muda aja, muda moderat, muda akhir, dan terakhir mudar. Jadi waktu dia masih muda sekali, Joy senang berpetualang. Singgah dari satu pub ke pub yang lain, singgah dari satu perempuan ke perempuan yang lain hanya untuk merasakan nikmatnya dipeluk semalam. Perempuan banget deh, cuma dipeluk aja rasanya gimana gitu… tapi dikasih lebih juga gak nolak…

Ya, istilahnya ONS. One Night Stand. Semalam bercinta, sudah itu lari. Dia cerita ke Sue dan Tee tentang pengalaman-pengalaman ONS-nya tersebut sambil sesekali memejamkan mata. Pasti lagi mengenang masa-masa itu. Dari situ katanya dia jadi ahli mengenali banyak perempuan L dan tipe-tipenya. Hmm.. Sue dan Tee mendengarkan sambil ternganga dan sesekali menelan ludah, pasti lagi ngebayangin bagian-bagian yang disensor dari cerita Joy…

Sebagai orang yang beda umurnya paling jauh diantara mereka, omongan Joy memang selalu didengarkan Sue dan Tee. Apalagi dengan pengalaman-pengalamannya tersebut, cerita Joy selalu asyik dicerna dan divisualisasikan. Kayak film gitu deh.

“Gile bener,” terdengar suara Sue setelah Joy mengakhiri kisahnya.

 

“Joy ternyata don juan juga,” terdengar suara Tee.

“Bukan, dia sekarang Joyo NS,” terdengar Sue protes.

“Hmm..,” Tee terlihat berpikir sambil mengernyit. “O.. ya..ya… kita harus menghormati nama pemberian ibu Joy dan untuk mengenang masa-masa indah elu dulu. Kita kasih nama Joyo NS untuk elu, Joy,” Tee setuju.

“Gimana? Mau ya? Keren dan kedengaran elu banget,” tambah Tee.

“Emohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!” teriak Joy. “Jangan sembarangan utak atik nama gue ya.”

“Joyo itu nama yang bagus. Artinya elu tetap joyo, baik di laut maupun di udara,” kata Sue meningkahi teriakan Joy. Padahal dia sendiri gak ngerti maksud omongannya.

“Enak aja!! Wong edan,” suara Joy mendengus sambil bangkit dari tempat duduknya. Mungkin gak kuat menahan haru, punya nama baru.

ONS, memang sebuah fenomena menarik di kalangan L. Melakukan ONS merupakan hal yang menggairahkan, sekaligus menantang bahaya. Butuh keberanian dan mental yang kuat. Juga kehati-hatian. Siapa tahu aja, perempuan yang diajak ONS ternyata perempuan maniak seks atau perempuan yang mau balas dendam akibat diputusin pasangannya. Jadi kalau tidak punya mental sekuat Joy jangan coba-coba ya dan ingat jangan ceroboh.

Sugar

~ oleh tomatjuice pada April 14, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: