if I died today

Melewati tikungan yang sempit tadi pagi tiba-tiba terlintas dalam benakku, bagaimana kalau aku mati pagi ini, tertimpa kontainer dari truk di sebelahku yang melaju kencang…

Dan tahukah apa yang sedang ada dalam pikiranku pada saat-saat terakhir dalam hidupku? Hal itu akan menjadi misteri yang tersembunyi di dalam dimensi yang tak terjangkau, tiada black box yang dapat merekam pikiran, semua itu akan menjadi pertanyaan bagi orang-orang yang kehilangan diriku. Apakah aku sedang memikirkan mereka? Siapakah yang aku pikirkan sebelum aku mati? Apa yang aku inginkan dalam hidupku dan belum tercapai? Dll.

Berhubung aku belum mati, maka masih bisa mengandai-andai. Seandainya tadi adalah saat terakhir dalam hidupku maka ternyata yang ada dalam pikiranku tak lain dan tak bukan adalah topik paling favorit dalam segala masa, yaitu: diriku sendiri.

Lagu “Run” (Lighthouse Family) membawaku pada diriku sendiri kira-kira enam tahun yang lalu. Ketika bertemu dengannya aku adalah seorang manusia yang belum mengenal cinta. Aku sudah mempunyai beberapa hubungan sebelumnya, tetapi aku tidak pernah tahu, apakah itu cinta atau bukan. When I met her, I want to love. I decided to love. I had this urge to make my self fall. To follow my instinct. To just do it.

Pada saat awal perkenalan terjadi berbagai tanda-tanda alam yang menguatkan perasaan kita. Entahlah itu suatu kebetulan yang berkesinambungan, ataukah benar-benar cara semesta memberitahu agar kita bersama. Kita memilih untuk percaya pada keajaiban.

Kita pun melakukan hal-hal yang cukup gila. Aku pergi kepadamu di sebuah negeri yang aneh di seberang lautan. Aku meninggalkan pekerjaan dan semuanya demi hidup bersamamu. Semua terjadi seperti lagu Run, I don’t care about anything else. As long as I’m with you.

Cerita kita lalu mengambil setting dari hotel ke hotel, dari cafe ke cafe, dari bandara ke bandara, dari imigrasi ke imigrasi. Kita adalah warga hedon yang bisa cabut tiba-tiba dari rutinitas dan pergi ke salon untuk creambath, bahkan langsung pergi ke stasiun kereta dan pergi ke luar kota. Tanpa membawa pakaian karena tidak terencana, lalu kamu membelikan aku sebuah kaos kuning yang kemudian menjadi kesayanganku di kota tujuan dimana kita harus menginap karena sudah malam.

Semua melihat there’s something about me. Aku berubah. Aku yang biasa sering menahan diri dan menjaga image, kok bisa seperti itu? “Aku ingin Nuage yang seperti itu,” kata seorang mantan kepadaku ketika mendengar cerita-ceritaku. Ternyata tidak semua orang bisa memunculkan sifat yang sama. Orang yang berbeda memunculkan karakter berbeda, demikian pula situasi yang berbeda menimbulkan perilaku yang berbeda.

Aku senang dengan Nuage yang seperti itu. Yang dapat melakukan hal-hal gila. Demi cinta atau demi apapun itu namanya.

Dan bila aku mati hari ini, aku ingin kamu mengenang aku sebagai Nuage yang itu. Yang memberimu liburan fantasia di Koh Samui serta hal-hal manis lain dalam hidupmu. Sesedikit apapun itu. Janganlah mengenang aku yang kelelahan dan sedih.

Karena bertepatan dengan hari kasih sayang yang terpaksa kuingat karena diingatkan iklan-iklan di radio, aku juga terpikir tadi pagi, untuk mengucapkan kepada wanita malang yang telah terjebak bersamaku selama bertahun-tahun (dan stuck sampai sekarang), “Happy Valentine’s Day.”

“Run”
(Lighthouse Family)

Got a picture of a glorious day
A sunny afternoon somewhere with a view
And I don ‘t care what it’s all about
As long as I’m with you

And I I wanna run away with you
I, I wanna run away with you

Wanna get a car and just drive away
Looking at the view and listening to tunes
And I don’t care what we talk about
As long as I’m with you

And I I wanna run away with you
I, I wanna run away with you

La da da da da da
La da da da da da da r
La da da da da da
[…. etc]

And I, I wanna run away with you
I, I wanna run away with you

I, I wanna run away with you
I, I wanna run away with you, with you

~ oleh tomatjuice pada Februari 13, 2009.

2 Tanggapan to “if I died today”

  1. I like this one, Pal🙂

    Pertanyaan ttg hal terakhir apa yang ada di benak gue saat gue menghadapi detik-detik terakhir hidup gue membuat gue semakin menghargai segala yang indah yang udah gue miliki saat ini.

    Sumpeh! Tulisan elo kali ini bikin gue terharu🙂

  2. Ah, Nuage yg kukenal emang petualang kok, asal dia ketemu orang yg tepat yg bisa membuatnya mengambil risiko dan keputusan gila :p. Jadi dia emang nggak bisa gila sendiri gitu, mesti ada kompornya :)) Oya, Happy Valentine!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: