i am the saddest face in new year’s day

Akulah wajah sedih di tahun baru. Mungkin akulah yang membawa mendung di hari yang cerah itu. Akulah yang meneteskan hujan gerimis membasahi pipi bumi di pagi yang penuh harapan itu.

Tidak ada yang tahu kesedihanku. “No one knows my sorrow,” adalah tulisan di prasasti Soe Hok Gie. Mengapa seseorang menuliskan sesuatu yang begitu sedih sebagai pengingat dirinya ketika dia telah tiada? Kalimat itu, terdengar sangat kesepian.

Sedikit menyerupai perasaanku saat ini. Betapa aku merindukan bercakap-cakap dengan teman, menikmati nyaman persahabatan. Betapa aku ingin bercerita padamu, tetapi apa yang bisa kukatakan? Perasaan apakah ini, aku tidak pandai mengungkapnya.

Kucoba untuk menulis.

Tidak ada yang menandingi, menulis sendiri di tengah hujan, ditemani segelas anggur. Sambil telanjang akan lebih baik. Akan semakin menekankan getirnya melankoli. Entah sejak kapan, aku telah belajar menikmati melankoli seperti cocoa yang semakin gelap semakin manis.

Mungkin Soe menulis no one knows my sorrow karena sesungguhnya seseorang yang diharapkan untuk memahami dia tidak memahami dia. Begitulah dunia ini bekerja. Karena harapan kita pada seseorang telah ditampikkan, kita merasa tidak ada yang menerima kita di dunia ini.

Seperti halnya aku merasa No one thinks I’m cool, karena si dia (yang kuharapkan) doesn’t think I’m cool. Dia tidak merasa aku layak bahkan hanya untuk dilirik. Tidak pantas untuk sekadar mendapatkan sedikit waktu untuk bercakap-cakap. Nobody miss me when I’m not around.

Lingkungan sekitarku tidak mengindahkanku. Aku adalah seorang pemimpin yang tidak akan pernah diidolakan dalam hati anak-anakku. Mereka hanya bersikap sopan, tetapi sesungguhnya mereka mengagumi wanita baik-baik. Churh-goers, atau yang sholat lima waktu, yang tidak merokok, yang tidak minum, yang pulang pada waktunya, dan bersuami. Yang membangun keluarga sakinah dengan anak-anak yang lucu-lucu.

Siapa yang ingin menjadi wanita yang tua dan tidak menikah? Betapapun hal itu memberikan kebebasan. Betapapun aku sendiri merasa cukup keren. Dengan koleksi majalah National Geographic-ku, dengan impian perjalanan-perjalanan yang hebat meski harus pelan-pelan mewujudkannya, dengan keangkuhan dan sifat individualismeku. Dengan cara aku hidup yang hedon dan tidak peduli dengan orang lain. Dengan keyakinanku yang lemah dan bahkan tidak punya rencana yang jelas tentang masa depan dan aku tidak peduli.

Seperti anjing pudel, aku selalu haus perhatian. Aku butuh dibelai dan disayangi selalu. Aku akan selalu menggonggong dan mencari perhatian. Aku akan datang pada tuanku untuk merasa aku dicintai.

I am the saddest face in new year’s day. And it’s not because of you. It’s not because of you too.

“Oh, you look so beautiful tonight, in the city of blinding lights…”

(tulisan yang gak jelas ditemani lagu City of Blinding Lights, U2)

~ oleh tomatjuice pada Januari 26, 2009.

7 Tanggapan to “i am the saddest face in new year’s day”

  1. Pada hari kamu menulis ini ada hujan, awan, dan gerhana. Lengkaplah semua bahan untuk menjadikanmu mellow.

    Kamu selalu bisa bicara apa saja padaku, dan selalu merasakan kenyamanan seorang sahabat ketika dunia sedang tidak ramah padamu.

    Aku tau bukan dari aku kamu mengharapkan kata-kata ini, tapi aku tetap mau ngomong, “I think you’re cool in your own way. And sometimes i miss you.”

    And if the rain came… now
    Would it wash us all away
    On a wave of sorrow

    Wave of sorrow – U2

  2. Wuih… kenapa lagi neh?❓
    Nobody miss me when I’m not around —> akh masa seh?😎

  3. I am officially your fan! keep on writing, it gives me a bit soul ^_^

  4. Friends,

    It’s all a state of mind
    But I don’t mind trying to find a way
    To keep my head above the mess I make
    Or make the world creates
    Sometimes it feels so good to let it all fall
    As it will fall, and I will fall, we all may fall
    And then the world comes tumbling
    Down, down, down, down, down.

  5. Apalah artinya kamu tanpa melankoli? That’s what made you so special.

    Uh, kamu bikin aku jadi U2 mode on nih…🙂

  6. Aku kangen kok, hehehe. Karaoke aja yukkkkks😀

  7. tulisan yang sangat manusiawi.. as human as you…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: