P3T2 alias PPPTT

Ini dia ada organisasi baru yakni P3T2, angelswoman

singkatan dari Persatuan Para Patner Tante-Tante. Hehehe, tentu saja ini bukan organisasi yang diresmikan oleh menteri apalagi oleh presiden RI. Organisasi ini adalah organisasi semi imajiner yang sejauh ini berhasil menjaring 3 orang anggota, dan dapat simpatisan dari 1 orang (karena dengan berbagai alasan teman yang satu ini ogah dianggap  bagian dari P3T2 hahaha).

 

Nah apapula makna dari P3T2, organisasi ini didirikan atas dasar perasaan senasib dari sekolompok perempuan lesbian yang tidak menikah dengan laki-laki (betul-betul single), yang kemudian memiliki pasangan perempuan lain yang sudah pernah berkeluarga (atau masih dalam ikatan perkawinan dengan laki-laki), dan tentu saja sudah  punya anak J. Yah, kategori para tante-tante dehJ.

 

Alhasil dari perbincangan di antara 3 perempuan single tadi, yang diselingi komentar dari satu tante-tante, diri ini sebagai pencetus gagasan ini sepakat, bahwa memang dibutuhkan ”ketrampilan” khusus bagi para lajang untuk menjadi pendamping dari para tante-tante ini. Bayangkan, isu mantan suami (atau suami yang masih syah) merupakan salah satu isu yang tidak bisa dibantah, akan selalu hadir. Kemudian persoalan anak-anak adalah persoalan lainnya yang bisa hadir dalam keseharian.

 

Nah, ketika para single ini dihadapkan pada persoalan anak-anak partner, yang notabene adalah ”anak tirinya”, maka seringkali muncul perbedaan pendapat atas saran dan usulan yang diberikan. Kalau sudah begini, maka  biasanya hak si pemberi usul ini menjadi sekian persen ”kurang” penting, maklum kan tidak terlibat dalam saham pembuahan si anak tiri hehehehhehe. Juga tidak ada sertifikat secara hukum yang melegalkan status dirinya sebagai salah seorang orang tua tiri, ataupunjuga tidak memiliki hak adopsi atas anak-anak tersebut.

 

Kemudian lebih jauh lagi, kalau saran yang diberikan agak ”keras” ataupun sedikit ”ekstrim”, para tante-tante berkecendurangan berkata: ”aku ini seorang ibu, kamu kan tidak (or belum) merasakan menjadi seorang ibu (yang melahirkan dari rahim sendiri, maksudnya)”. Bisa dipastikan, skor pun tidak seimbang dalam pembicaraan seperti ini hehehe.

 

Tentu saja pendirian P3T2 ini bukan bermaksud untuk mengkotak-kotakan kelompok lesbian manapun, ini hanya sebagai sebuah katalisator sekaligus sarana ”mentertawakan” diri sendiri yang harus bergulat dengan persoalan para mantan suami pasangan (atau yang masih syah terikat perkawinan dengan pria), serta juga harus ikut sibuk bersiasat dengan urusan anak-anak kandung pasangan.

 

Jadi kalau mau gabung, dan saling curhat bagaimana menyiasati kondisi ini, sila bergabung lho dengan P3T2J.

~ oleh tomatjuice pada Januari 11, 2009.

3 Tanggapan to “P3T2 alias PPPTT”

  1. Menarik sekali. Memang dibutuhkan trik dan strategi terutama pendekatan khusus ke “anak tiri”. Memiliki pengalaman momong dan gaul ama keponakan akan sangat membantu.

  2. Betulllllll tuh Sekar… so punya pengalaman serupa? or ada cerita yang bisa di share???;)

  3. Wah, boleh juga neh ide ini, aku daftar dech jadi anggota, hehehe…trus caranya piye.?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: