Hak Atas Privasi Versus Hak Memperoleh Kejujuran

Manakah dari kedua hak tersebut yang lebih dari pada yang lain? Pengalamanku yang begitu banyak berelasi asmara, perdebatan kedua hak ini kadang sangat menyesakan dan berakhir dengan permanyunan kedua belah pihak. Sebagai individu yang respek dengan hak atas privasi, aku meminta pacarku pun demikian. Dompet, hape, tas, kantong baju, adalah area privasi.  Bertemen dan bergaul juga bagian dari privasi kami. Namun ga semua (ex) pacar yang sepaham atau bisa menerima nilai ini. Di antaranya ada yang berdebat berkepanjangan karena baginya respek atas privasi dianggap sebagai niat untuk menutup nutupi, menyembunyikan sesuatu yang buruk darinya. Katanya, “Kalau memang kamu ga ada niat  ngumpetin sesuatu yang salah, kenapa mesti pake ngelarang aku buka hapemu, baca sms mu, angkat hape mu saat kamu ga ada? Udah deh, ga usah pake sok privasi privasi an segala. Kalau memang ga ada apa apa, kenapa mesti ga mau terbuka?”. Waduh, doi ga bisa mengerti bahwa kita
 kadang butuh dunia sendiri yang terpisah darinya..kita juga ingin punya sesuatu yang dia ga tau..yang mungkin hanya pengen kita bagi dengan seorang teman/sahabat..ga ada sesuatu yang patut dikhawatirkan sebenernya..Namun menjelaskan ketidaktepatan membenturkan hak atas privasi dengan hak memperoleh kejujuran kepada pacar tidaklah mudah..kadang malah tidak menemukan titik temu hingga kami berpisah.

Seorang teman pun pernah disatu hari memintaku tak bersuara ketika pacarnya menelpon dari kota lain. Kala itu, aku lagi main ke kamar kosnya atas undangan dia. Tidak pernah ada rasa yang lain kecuali pertemanan, apalagi niatan bermesraan (meskipun jika kami sama sama ingin dengan mudah kemesraan itu berujud). Saat itu aku godain dia sok mau bersuara didekat telponnya, dan dia terlihat panik..karena ga tega, aku senyum senyum sambil geleng geleng kepala..meratapi nasibnya yang segitu takut pacarnya curiga hanya karena dia berada dalam kamar dengan ku.

Telepon pacarnya itu berakhir setelah teman ini mengatakan dirinya ngantuk banget dan mau bobok sore…Setelah aku ledekin atas perampasan kemerdekaannya bertemen dan bergaul, dia membuka rahasia lain yang makin membuatku tertawa sekaligus heran.. Selama pacaran dengan yang ‘ini’, dia dan pacar sering menukar handphone se isi nomornya..Maksudnya agar ke dua belah pihak saling tahu, siapa aja yang sms, telpon, apa bunyi sms. Mereka juga terbiasa saling membuka dompet, membuka hape yang lain, bahkan sampai membalas sms untuk pacarnya. Katanya, semua itu kesepakatan keduanya, untuk menjaga kejujuran alias agar ketahuan kalau ada yang selingkuh..bahkan jika ada tanda tanda perselingkuhan pun akan cepat terdeteksi…

Ketika ku tanya apakah dia happy dengan relasi yang penuh kontrol, dia jawab happy happy aja. Lantas ku ingatkan dirinya tentang bagaimana mudahnya kita berselingkuh, membagi rasa dan atensi dengan perempuan lain dibelakang pacar kita, meskipun segalanya seolah terkontrol oleh pacar/pasangan. Karena sesungguhnya, mau selingkuh atau membagi rasa dengan perempuan lain, bukan dipastikan dengan segala mekanisme kontrol dan kekangan, tetapi terletak pada diri kita sendiri. Ada banyak jalan menuju Roma, demikian pula jika kita berkehendak selingkuh. Kami berdua tertawa. Aku tertawa karena teman ku mentertawakan dirinya yang sedang belajar setia dan menyakinkan pacarnya bahwa dirinya setia. Padahal, jika kami mau, saat itu dengan mudah kami membagi rasa, hasrat, tanpa ketahuan…Rasa sayang sebagai teman yang kadang saling bermain dengan atensi ‘teman tapi mesra’ nyatanya hanya memancarkan binar sejenak, selebihnya kami berdua ngobrol, bercanda, membaca,
 belajar lalu ngopi bareng tanpa interupsi telpon pacarnya…Apakah ini selingkuh??? Bagaimana nyai ku?   ♀ ♀

Mamik

~ oleh tomatjuice pada Oktober 29, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: