Tinggal Bareng

Apakah masih ada romance setelah bertahun-tahun tinggal bareng? Sepertinya saya sudah pernah mendapat pertanyaan ini beberapa kali. Lalu pacar saya akan nanya: romance itu apa sih? sebelum memberikan jawaban.

Aku sudah sering tinggal bareng dengan pacarku. Di mata publik—kesan yang aku izinkan adalah—aku seorang wanita yang sudah cukup berumur (dan lumayan menarik) tapi belum kawin-kawin juga, yang tinggal satu rumah dengan beberapa teman. Namun bagi teman-teman yang sudah tahu, aku di mata mereka adalah pasangan lesbian “mapan” karena sudah “berumah-tangga.”

Aku tidak tahu apakah tinggal bareng adalah suatu gambaran ideal bagi pasangan-pasangan lain yang tidak tinggal bareng, karena seringkali aku mendengar: enak ya tinggal bareng—dan juga mereka curious menanyakan hal-hal detil dalam per-tinggalbareng-an seperti apakah kalian share account, dll…

Aku selalu bingung memberikan jawaban yang tepat (baca: memuaskan) untuk si penanya mengenai romance tadi. Dan terkadang aku harus tahu apakah kita sedang berbicara dalam kerangka berpikir yang sama.

Pertama, aku memang tidak romantis, mau diapain lagi. Romance itu seperti apa, apakah hanya rayuan-rayuan kosong dan kemesraan hampa untuk mengisi hidup yang membosankan?

Apabila romance berarti seks, tentu saja seks masih jalan. Seks bahkan bisa jalan dalam hubungan yang buruk apabila ada kebutuhan. Seks dan romance seringkali menjadi tipuan karena orang mengira itulah yang dicari dalam hubungan.

Apakah kita lupa, hal yang lebih penting (dan seringkali lebih susah) adalah hal-hal kecil seperti: dia ingat bahwa betisku tadi pagi terkena knalpot motor dan luka. Pada malam hari ketika tiba di rumah dia inget untuk memoleskan sedikit tahitian noni miliknya agar luka itu cepat sembuh. Dan ketika aku mengeluh bahkan karena sesuatu yang paling remeh sekali pun, dia selalu menjadi orang pertama yang membelaku. Serta sejuta hal-hal kecil lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu, saking kecilnya.

Hal-hal kecil seperti itu membuat kita merasa tidak sendiri. Membuat kita merasa aman. Kita merasa nyaman karena kita mengenal manusia yang kita baui kulitnya setiap hari itu luar dan dalam. Kita tidak perlu khawatir suatu hari makhluk ini akan menanggalkan topengnya dan menjadi suatu yang mengerikan. Dia yang kita lihat sehari-hari menjadi jelek dan membosankan (karena tidak ada lagi tantangan). Namun dia adalah harta yang tak ternilai harganya karena telah sama nilainya seperti udara yang sering kita abaikan.

Gimana supaya tetap romance dan tidak membosankan—itulah yang paling penting, dan bukankah itu tantangan setiap rumah tangga? Itulah PR kita. Itulah seninya. Jadi, sebenarnya pertanyaan di atas gak perlu
dijawab kan?

~ oleh tomatjuice pada Oktober 6, 2008.

8 Tanggapan to “Tinggal Bareng”

  1. hehehe, gimana betis lo dah sembuh bo? Gw romance nihh ingentin lo kan? hahaha🙂 Btw tulisan lo asik.. nulis terus dong bo..

    syaran-em

  2. Hallo Syaran-em, salam kenal. Makasih udah mampir di blog ini. Blog yang kadang-kadang di-update, kadang enggak… hehe tergantung kebutuhan, namanya juga ajang masturbasi.😛

    Betis gw masih sakit nih… masih merah-merah …

  3. Kok waktu jalan ama gue ga keliatan kenapa-napa tuh betis, hahahaha

  4. yaahhh jo.. sayang sekali elo gak merhatiin betis gw… padahal gw udah pake celana pendek tuh

  5. Hi, TJ…maaf TomatJuice-nya aku singkat ya, soalnya bingung mau panggil kamu enaknya apa, heheheee…
    Soal tinggal bareng ya, iya tuh, perlu sense of art yang tinggi tuh, biar nggak jenuh dan jadi “dingin”…
    Salam kenal ya, TJ….

  6. Allo Affy.. salam kenal… wah TJ keren juga ya.. TomatJuice ini kolaborasi aku dan Ratri, tapi kalau mau digabungin jadi TJ lucu juga tuh… thanks atas kunjungannya.

    salam,
    nuage

  7. tahitian noni itu bisa buat memoleskan luka ya?

  8. kabarnya sih ada yang pernah mengoleskan tahitian noni pada luka kucingnya, dan sembuh.. ya udah aku coba… wah riskan ya hehehe

    nuage

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: