Sappho

Sappho adalah seorang filsuf dan penyair wanita yang terkenal dari Yunani yang hidup di tahun 600 sebelum masehi di pulau Lesbos, sebuah pulau di Yunani yang pernah menjadi pusat budaya pada masa itu, dan dipercaya menjadi asal kata Lesbian.

Maka begitu melihat DVD bertajuk Sappho ini di sebuah lapak bajakan, temanku pun memungutnya dan membelikan padaku dalam sebuah kantong plastik hitam. “Apa nih?” kataku. “Bagus deh,” katanya.

Dan begitulah. Tanpa dimodali banyak pengetahuan di awal aku menonton DVD ini. Film ini menceritakan bulan madu sepasang pengantin baru (Phil dan Sappho) di pulau Lesbos pada tahun 1926. Setelah aku browsing tadi baru tahu bahwa film ini diproduksi tahun 2008 dan syutingnya dilakukan di Ukraine.

Jalan ceritanya lalu menjadi hal yang tidak terlalu penting. Sebuah honeymoon di pulau yang indah. Percintaan-percintaan yang hot setiap malam yang menjadikan film ini hampir seperti film semi. Adegan-adegan mesra di karang yang terjal atau di pantai yang sepi. Semua seperti fantasi yang membosankan.

Hingga suatu hari Sappho si pengantin wanita pun merasa bosan. Suaminya seorang pelukis tetap bisa berkreasi di pulau yang eksotis itu. Namun Sappho perlu jalan-jalan. Sappho adalah gadis era 1920 (yang digambarkan dengan: The stock market is booming, newly liberated women have the vote, luxurious ocean liners are crossing the Atlantic, and aeroplanes, automobiles, radios, and telephones are transforming the world. Drawn by the cachet of Europe and pushed by Prohibition in the United States, the young Americans of the Lost Generation are flocking to Paris and other points in the old world. It’s the era of jazz, modernism, the Charleston, and flappers in daring clothing. It’s the period when the contemporary world is starting to develop) yang ingin memberontak terhadap kemapanan sosial pada masa itu, di mana gadis berambut pendek dianggap seperti suatu yang sangat mengerikan. Begitu juga dengan gadis yang mengemudikan mobil.

Maka dengan mengendarai mobil yang sudah disediakan di pulau itu untuk mereka, Sappho keliling kota. Sebagai bentuk protes atas kebosanan itu dia juga memotong rambutnya menjadi pendek. Dalam jalan-jalan itu dia bertemu dengan seorang gadis berambut pendek lain bernama Helene.

Helene ternyata adalah putri seorang arkeologis yang dapat menceritakan dengan jelas apa arti nama Sappho. Singkat cerita, Sappho jatuh cinta pada Helene yang cantik, cerdas dan mempunyai jiwa yang bebas seperti dirinya.

Sisanya, tidak perlu terlalu serius, karena Helene juga jatuh cinta pada Phil, suami Sappho. Ini menjadikan sebuah cinta segitiga yang tidak jelas. Tapi nikmati saja, karena seperti aku bilang tadi, film ini penuh dengan adegan-adegan yang indah, di tempat-tempat yang eksotis. Maka siap-siap basah sebelum nonton film ini hahahhaa….

Siapa yang akan menang dalam cinta segitiga yang sarat kecemburuan yang membingungkan ini? Alert: ini bukan film lesbian, tetapi film drama eksotis yang menampilkan adegan lesbian. Jadi, siapa yang akan pulang sebagai pemenang dan siapa yang akan pulang dalam peti mati? Sekali lagi, tidak penting. Benar-benar tidak penting.

Nuage

~ oleh tomatjuice pada Juli 9, 2008.

2 Tanggapan to “Sappho”

  1. gw dah nonton tuh filmnya,mnrt gw sih ga bagus tuh film,basi.
    peace

  2. hihihi actually .. emang jelek kok.. makanya gak penting banget heheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: