L Palsu???

Beberapa hari lalu, BND Jakarta dan polisi berhasil menemukan ‘milyaran’ uang palsu dolar AS dan Euro dari kamar hotel dua tersangka, dua orang warga Kamerun. Ga kalah dengan sindikat internasional yang bisa cetak duit sendiri (bayangin, nikmatnya duit nyetak sendiri, mau seberapapun kita tinggal bikin trus belanjain deh. Apa ga bikin kita ngeces, sementara gaji ga naik,  tapi semua kebutuhan semakin mahal? Ga usah deh mikirin Metro dan konco konconya yang lagi sale), beberapa hari kemudian ditemukan sindikat keluarga lokal, asli Bogor, yang juga ga kalah canggih, bikin duit ratusan dan lima puluhan sendiri. Dalam hal palsu memalsu, kecanggihan kita memang cukup mumpuni. Ga hanya duit yang dipalsu, jamu dipalsu, laporan keuangan, laporan pajak, proyek pun dipalsu. Bahkan, cinta juga dipalsu.

Nah, ada lagi nih yang palsu,  L palsu. Ketika kita belanja kemeja, blus, kaos, di FO sepanjang Jl. Dago, kita memang mesti merhatiin bener bener label ukuran yang ditempel. Karena sangat mungkin label ukuran tersebut tidak ‘standar’. Tips dariku, dicoba jika bisa, setidaknya dicek ke badan kita. Sebab kadang label L, nyatanya M, atau bahkan XL. Maklumlah, namanya barang pabrikan tapi disain ke‘milan-milan’an (membuktikan kehebatan bangsa kita selain pinter memalsu juga pandai meniru).

Namun bukan label ukuran baju yang bikin mata indah seorang teman dekat ku kali ini hanya mampu memandangiku penuh tanya..Senyumnya yang kadang membuatku terpanah rasa ingin mendekapnya, pun kali ini cuma bisa meng-, “hah?” Sebab yang kubicarakan dengannya adalah Lesbian palsu.

So, apa bedanya dan apa samanya dengan yang palsu – palsu lainnya?

Lesbian palsu, sebagaimana hakekatnya adalah realitas sosial yang real hadirnya untuk  mengelabui alias menipu.  Dia hadir, eksis, nyata disekitar kita. Kehadirannya seperti halnya, polisi gadungan, pocong palsu, dukun palsu, lesbian palsu menghadirkan diri untuk mendapat ‘hak-hak istimewa’ yang hanya dia dapet dengan memalsukan identitas seksualnya, yang sesungguhnya hetero atau biseks, memalsukan diri sebagai lesbian.

Realitas lesbian palsu jelas berbeda dengan realitas ‘prada-prada’an, ‘boss-boss’an, yang dipajang sepanjang jalan Dago. Juga berbeda dengan arloji Gucci, parfum Armani, yang tiruannya dijual bebas di Mangga Dua. Sebab, yang tiruan, hadir tidak untuk menipu, atau mengelabui. Pembuat, penjual, secara jujur menyebut barangnya tiruan, bukan asli.

Adanya  orang yang repot-repot (ku bilang repot karena ia pastinya mesti memasang topeng, menjaga image, menipu diri orang lain) berpura-pura sebagai lesbian menguatkan fakta bahwa menjadi lesbian adalah membanggakan. Lesbian sekarang tidak melulu identitas seksual yang mesti disembunyiin, disangkal, ditutupi rapat rapat. Karena ternyata ada lho yang mengambil keuntungan dengan berpura-pura sebagai lesbian, dan menikmati anggapan orang lain  sebagai lesbian….Uuhhhh…ada ada aja.

Nah teman teman, jangan ga pe de menjadi lesbian, jangan menunduk kalau ketemu orang…tetap tengadahkan wajah manismu dan berilah senyum kepada setiap orang…karena senyum membuat kita awet muda..karena senyuman mampu mendamaikan dunia.. ga perlu takut, karena kita ga salah… kita ga menyakiti orang lain..justru kita menyebarkan cara mencinta yang lebih mampu membahagiakan pasangan, pacar dan sahabat perempuan. ♀ ♀

Mamik

~ oleh tomatjuice pada Juli 8, 2008.

2 Tanggapan to “L Palsu???”

  1. *cek diri sendiri*

    saya asli koq.. ^_^

  2. bnaran asli?buktiny mana dunk,hehe ^-^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: