TTS

Teka-teki silang (TTS) paling asyik dilakukan kalau orang sedang nganggur. Tak ayal hampir semua surat kabar yang terbit hari minggu menyediakan kolom TTS. Bahkan banyak juga buku kecil dengan cetakan murah meriah dibuat dan diperjual belikan untuk memenuhi hasrat orang bermain TTS.

Tapi ada juga TTS yang bisa bikin orang makin puyeng kepala, yang ini kepanjangan dari Teman Tapi Selingkuhan. Katanya teman, tapi ternyata itu bagian dari selingkuhannya alias PIL- pria idaman lain dan WIL-wanita idaman lain. Yang begini sudah jadi bagian ”kisah nyata” kehidupan dunia percintaan masa kini. Dengan segudang alasan indah dan taburan pembenaran penuh warna.

”Saya memang menikah, tapi saya tidak bahagia”, ”pernikahan ini bukan pilihan saya”, ”Meski dia laki-laki pilihan saya, tetapi saya tetap harus bersama yang lain”, jejak-jejak TTS pun terlihat dengan indahnya. Damai di hati, damai di bumi, barangkali yang ini sebuah moto salah satu partai, dan bisa juga dipakai sebagai moto para peselingkuh.

Syah dan boleh-boleh saja digunakan, asal benar-benar kedamaian yang didapatkan. Bukan kemudian bagian dari upaya pembenaran atas tindakan ”merugikan” pada pasangannya.

Tidak semua orang masuk dalam kategori poligamor, pelaku poligami. Lebih banyak orang yang cenderung monogami. Apabila penganut poligami bertemu dengan penganut poligami lainnya, ini namanya pasangan ideal. Bisa terjadi. Bahkan dalam salah satu acara Oprah ditayangkan, pasangan suami istri yang ternyata masing-masing gay dan lesbian (meski awalnya mereka tidak sadar sepenuhnya), lalu kemudian memutuskan berpisah baik-baik, dan kemudian masing-masing berkomitmen dengan orang yang dicintainya, serta berkumpul di satu rumah. Sehingga anak-anak mereka memiliki 2 ayah dan 2 ibu. Ini memang contoh ektrem yang langka terjadi. Tapi ada dan nyata. Diri ini sangat menghargai pilihan berani ini. Luar biasa.

Tapi kalau salah satu pihak tidak menganut poligami, dan tidak tahu bahwa pasangannya memiliki pasangan lain (berpoligami), yah ini masuk dalam kategori TTS tadi. Meski tetap dengan segenap embel-embel alasan pembenaran. Oh please, don’t judge a book by its cover, seorang teman mengingatkan. Lho kan diri ini memang sedang tidak menilai sebuah buku dari sampulnya;), lha wong memang sedang tidak baca buku itu. Ini kan sedang membicarakan manusia yang lagi menjalani perkawinannya.

Benar sekali, tidak ada yang pernah tahu kedalaman hati dan perasaan seseorang yang sesungguhnya. Semua orang bebas bertindak, asal benar-benar bertanggung jawab. Semua orang memiliki hak, hak yang berbatas dengan hak orang lain. Selama hak pribadi yang hendak dicapainya tidak melanggar hak manusia lainnya, why not….silakan saja dijalani. Don’t worry, be happy J

By Ratri M.

~ oleh tomatjuice pada Juni 24, 2008.

4 Tanggapan to “TTS”

  1. jadi boleh gak nih TTS-an?

  2. Huehehehehhe semua mah diserahkan pada para pelaku masing-masing ahhhhh:D

  3. lah kalo saya, maria n suaminya disebut apaan yak?
    saya = istri suaminya dan suami di maria
    maria = istri pertama (kalo lg single) dan istri kedua (kalo lg ga single)
    suami maria = punya 2 istri yaitu saya dan maria
    gf saya = pasangan saya seorang dah.. ga usah dibagi2 kalo yg ini lolz

    wakakakaka poligami plus poliamori deh mbak ^_^

    eniwei boleh di link ke blog saya ngga si tomatjuice ini? biar bisa blogwalking getu…

    chocco

  4. Hehehehehe, Chooooooooooooo, dunia emang seribettttt daun umbi suwek kalo dengar silsilah keluargamu cho:)). Asal dikau bahagia and ga merugikan orang ya gak pa-pa kaleeee:D

    Yuk nge-link yuk

    warm wishes

    Ratri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: