Tahu dan Tempe

Aku tahu kamu lebih suka tempe daripada tahu. Aku juga tahu kamu suka merokok Marlboro Light Menthol yang kotaknya berwarna hijau itu. Aku tahu pasta gigi apa yang kamu gunakan sehingga gigimu tetap putih dan bersih meski rutin merokok. Aku juga tahu apa yang membuatmu sibuk setelah selesai jam kerja dan pada akhir pekan.

Aku suka mendengar kamu menyanyi. Aku suka kilau matamu ketika memandang aku bersungguh-sungguh. Aku suka mengobrol santai dan duduk berlama-lama dengan kamu. Dan aku suka rasa nyaman karena kamu selalu membuatku merasa bebas menjadi aku. Tetapi aku tidak mau menjadi pacarmu.

Mengapa?

Pertama, karena kamu sudah menikah. Kamu adalah lesbian yang menikah dengan lelaki. Meskipun aku sudah bisa membayangkan bagaimana pacaran dengan wanita yang sudah menikah—karena sudah ada beberapa teman yang menjalaninya—tetap saja itu bukan pilihanku.

Kedua, aku tidak bisa berpacaran dengan seorang yang tidak mau menerima komuni karena berpacaran dengan aku. (Menerima komuni adalah lambang menerima tubuh Tuhan Yesus dalam setiap misa mingguan). Ini seperti “been there, done that. Got the T-shirt.” Aku sudah pernah pacaran dengan cewek muslim yang langsung buru-buru keramas setelah berhubungan dengan aku dan merasa dirinya kotor untuk melakukan shalat.

Aku tahu gimana rasanya. Rasanya sangat tidak menyenangkan. Rasanya seperti sangat berdosa. Rasanya seperti salah satu episode sinetron Cinta Terlarang (emang ada ya?). Yah, pokoknya gitu deh. Pasti kamu juga paham. Makanya kamu pun mengerti, kita hanya bisa berteman saja. (teman tapi mesra hehehe).

(foto dari NCC Indonesia)

~ oleh tomatjuice pada Juni 20, 2008.

3 Tanggapan to “Tahu dan Tempe”

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

  2. Tidak menerima komuni mungkin karena dia merasa berdosa telah mengkhianati janji pernikahan suci dengan suaminya, bukan karena pacaran dengan dengan kamu🙂 Bukan karena merasa kotor telah berhubungan dengan kamu, bukan juga karena merasa diri berdosa karena mencintai kamu. Tapi karena dia telah berjanji di depan altar suci dan dia sadar telah mengingkari janji itu….

  3. ya itulah sisi manusia yg kadang dia sendiri tidak tahu yang sebenarnya terjadi…. dan sepatutnya dia lakukan…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: